Strategi Pendidikan Inklusif untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Pencapaian Akademis Siswa dengan Disabilitas
DOI:
https://doi.org/10.63866/pendiri.v2i2.91Keywords:
Pendidikan Inklusif, Disabilitas, Keterlibatan Siswa, Pencapaian Akademis, Strategi PembelajaranAbstract
Pendidikan inklusif menjadi pendekatan strategis dalam memastikan akses dan partisipasi setara bagi siswa dengan disabilitas di lingkungan sekolah umum. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, terutama terkait keterlibatan aktif siswa dan pencapaian akademis yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi pendidikan inklusif dalam meningkatkan keterlibatan serta pencapaian akademis siswa penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain pre-test dan post-test yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan strategi inklusif dan kelompok kontrol yang menjalani pembelajaran konvensional. Sampel terdiri atas 60 siswa dengan disabilitas dari beberapa sekolah dasar inklusif di Kabupaten Bandung yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes akademik, serta dianalisis menggunakan uji-t untuk mengukur perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada skor akademik siswa dalam kelompok yang mengikuti strategi pendidikan inklusif, di mana nilai post-test mereka secara signifikan lebih tinggi (M = 83,45, SD = 6,32; p = 0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol (M = 75,15, SD = 5,87). Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa dengan disabilitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik pendidikan inklusif di Indonesia dan memberikan implikasi praktis bagi guru, pembuat kebijakan, serta pengembang kurikulum dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adil dan setara.
Downloads
References
[1] N. Joaquina de Borba, V. Adriana Santin Ferreira, T. Palhares dos Santos, and S. Carvalho, “INCLUSIVE EDUCATION,” Rev. Gênero e Interdiscip., vol. 5, no. 03, pp. 182–191, Jun. 2024, doi: 10.51249/gei.v5i03.2073.
[2] J. Oranga, E. W. Njurai, B. Gisore, and G. N. Areba, “Inclusive Education,” 2024, pp. 101–119. doi: 10.4018/979-8-3693-1614-6.ch006.
[3] M. A. G. Rodríguez, I. M. S. Altieri, M. A. C. S. Montoya, I. J. V. Aragón, and R. G. M. Domínguez, “INCLUSIVE EDUCATION A SCHOOL FOR DIVERSITY,” Sci. J. Appl. Soc. Clin. Sci., vol. 4, no. 24, pp. 1–6, Nov. 2024, doi: 10.22533/at.ed.2164242426112.
[4] S. Singh, “Inclusive Education: Promoting Equity and Access for Students with Disabilities,” Glob. Int. Res. Thoughts, vol. 12, no. 1, pp. 30–35, Jun. 2024, doi: 10.36676/girt.v12.i1.109.
[5] C.-E. Polisca, “The inclusion of school-age children with special educational needs,” J. Natl. Inst. Justice, no. 3(62), pp. 36–41, Oct. 2022, doi: 10.52277/1857-2405.2022.3(62).05.
[6] M. Maryam, A. Nasrullah, and S. R. Aliyah, “Implementasi Pendidikan Inklusif pada Siswa Berkebutuhan Khusus,” J. Instr. Dev. Res., vol. 4, no. 5, pp. 418–430, Oct. 2024, doi: 10.53621/jider.v4i5.386.
[7] Anella Roveriana Sitanggang et al., “Optimalisasi Pendidikan Inklusi di Indonesia : Tantangan, Permasalahan, dan Strategi Peningkatan Mutu,” J. Nakula Pus. Ilmu Pendidikan, Bhs. dan Ilmu Sos., vol. 3, no. 2, pp. 217–234, Mar. 2025, doi: 10.61132/nakula.v3i2.1675.
[8] H. S. Nabiela and N. Ulfatin, “Inclusive Education Policy In Indonesia: Best Practices, Challenges, And Future Directions,” Int. J. Educ. Res. Soc. Sci., vol. 4, no. 6, pp. 1007–1012, Dec. 2023, doi: 10.51601/ijersc.v4i6.739.
[9] J. N. S. Juntak, A. Rynaldi, E. Sukmawati, M. Arafah, and T. Sukomardojo, “Mewujudkan Pendidikan Untuk Semua: Studi Implementasi Pendidikan Inklusif di Indonesia,” Minist. J. Birokrasi dan Pemerintah. Drh., vol. 5, no. 2, pp. 205–214, May 2023, doi: 10.15575/jbpd.v5i2.26904.
[10] N. Novrizal and S. Manaf, “The Policy of Inclusive Education in Indonesia,” Multicult. Islam. Educ. Rev., vol. 2, no. 1, pp. 37–44, Mar. 2024, doi: 10.23917/mier.v2i1.4297.
[11] B. M. Sholihah, “Pendidikan Inklusi dan Strategi Mutu dalam Mencapai Kesetaraan Pendidikan di Indonesia,” J. Educ. Relig. Stud., vol. 4, no. 01, pp. 08–15, Apr. 2024, doi: 10.57060/jers.v4i01.125.
[12] I. Rahmi, H. R. Damra, E. Desvianti, and H. L. Dalimunthe, “Strategies for Successful Implementation of Inclusive Education in Indonesia: A Review,” Trend Int. J. Trends Glob. Psychol. Sci. Educ., vol. 1, no. 3, pp. 30–36, Jun. 2024, doi: 10.62260/intrend.v1i3.170.
[13] H. N. M. Latif and P. P. Paramita, “Constraints and Strategies for Inclusive Education in Indonesia at the Primary School Level: A Literature Review,” IJIP Indones. J. Islam. Psychol., vol. 5, no. 2, pp. 134–147, Dec. 2023, doi: 10.18326/ijip.v5i2.71.
[14] J. Immekus, “The Psychometric Properties of the Engagement Versus Disaffection With Learning Instrument Among Middle School Students,” in Proceedings of the 2019 AERA Annual Meeting, Washington DC: AERA, 2019. doi: 10.3102/1430741.
[15] K. O’Donnell and A. L. Reschly, “Assessment of Student Engagement,” in Student Engagement, Cham: Springer International Publishing, 2020, pp. 55–76. doi: 10.1007/978-3-030-37285-9_3.
[16] L. Florian and K. Black-Hawkins, “Exploring inclusive pedagogy,” Br. Educ. Res. J., vol. 37, no. 5, pp. 813–828, Oct. 2011, doi: 10.1080/01411926.2010.501096.
[17] O. Rosal-Oliverio et al., “Bridging Perspectives: General and Special Educators on Inclusive Learning Strategies,” Int. J. Soc. Sci. English Lit., vol. 9, no. 2, pp. 22–26, Feb. 2025, doi: 10.55220/2576683x.v9.273.
[18] H. Guðjónsdóttir, E. Óskarsdóttir, and J. Karlsdóttir, “Responsive Teachers in Inclusive Practices,” in Teachers’ Professional Development in Global Contexts, BRILL, 2019, pp. 243–262. doi: 10.1163/9789004405363_013.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurjanah, Siti Nurkasmir, Nurmala Sari, Iin Kurniawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



